Wartabisnis.biz.id-Jakarta, Untuk memajukan kebuda yaan, pemerintah dapat memberikan insentif atau pengecualian pajak kepada individu, bisnis, atau organisasi yang menyum bang atau mendukung inisiatif budaya dan seni. Hal itu dikata kan Sekjen SATUPENA, Dr. Satrio Arismunandar.
Satrio Arismunandar mengo mentari diskusi Generasi Muda dan Pemajuan Budaya Lokal Jawa Tengah. Diskusi di Jakarta, Kamis malam, 2 November 2023 itu diadakan oleh Perkum pulan Penulis Indonesia SATUPENA, yang diketuai penulis senior Denny JA.
Diskusi Budaya Lokal Jawa Tengah yang dikomentari Satrio Arismunandar itu menghadir kan pembicara Dr. Sukarjo Waluyo, M.Hum., Kaprodi Sastra Indonesia FIB Undip. Diskusi itu dipandu oleh Anick HT dan Amelia Fitriani.
Menurut Satrio, dukungan pemerintah terhadap seni dan budaya lokal merupakan aspek penting dalam menumbuhkan kreativitas, melestarikan warisan budaya, dan mempro mosikan kehidupan budaya yang dinamis di suatu negara.
“Dukungan tersebut dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, dan tujuannya dapat mencakup pelestarian budaya, pertumbuhan ekonomi, pengembangan masyarakat, dan promosi identitas nasional,” ujar Satrio.
Menurut Satrio, ada beberapa cara umum yang dilakukan pemerintah, untuk memberi kan dukungan terhadap seni dan budaya lokal.
Pertama, lewat pendanaan dan hibah. “Instansi pemerintah di berbagai tingkatan, seperti di pusat, provinsi, atau kabupaten /kota, sering mengalokasikan dana untuk seniman, organi sasi budaya, dan institusi,” tutur Satrio.
Hibah ini dapat digunakan untuk penciptaan karya baru, penyelenggaraan acara, dan pemeliharaan fasilitas kebudayaan.
Pemerintah juga dapat mendiri kan dan memelihara lembaga kebudayaan seperti museum, galeri, teater, dan perpusta kaan. “Lembaga-lembaga ini memainkan peran penting dalam melestarikan dan menampilkan budaya dan warisan lokal,” tambah Satrio.
“Investasi dalam program pendidikan, seperti seni di sekolah, dapat membantu membina generasi seniman berikutnya dan memberikan peluang untuk pengayaan budaya,” lanjutnya.
Kebudayaan juga bisa dikait kan dengan ekonomi kreatif. “Pemerintah dapat menyadari nilai ekonomi dari industri kreatif, termasuk musik, film, desain, dan fesyen, serta mengembangkan strategi untuk mendukung pertumbu hannya,” ucap Satrio.
Belajar dari pengalaman Korea Selatan dengan K-Pop-nya, kata Satrio, Pemerintah dapat menggunakan diplomasi budaya untuk mempromosikan budaya dan seni negaranya secara internasional. Ini dapat meningkatkan soft power dan menumbuhkan pemahaman global.
Ditambahkan Satrio, dukungan pemerintah terhadap seni dan budaya lokal merupakan cara untuk mengakui nilai intrinsik budaya dan perannya dalam kohesi sosial, identitas, dan kesejahteraan.
“Hal ini juga dapat memberi kan manfaat ekonomi dengan merangsang pariwisata, men ciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan industri kreatif,” ucapnya.
Program dan kebijakan spesifik nya bervariasi dari satu negara ke negara lain, tergantung pada prioritas budaya, sumber daya yang tersedia, dan filosofi pemerintah.
