Wartabisnis.biz.id-Jakatta, Tidak ada prospek perdamaian Palestina-Israel selama Amerika Serikat terus memasok dana dan persenjataan untuk Israel tanpa syarat dan seolah tanpa batas, seperti yang selama ini dilakukan. Hal itu dikatakan Sekjen SATUPENA, Satrio Arismunandar.
Satrio Arismunandar mengomentari diskusi di Jakarta tentang harapan bagi perdamaian Palestina-Israel, Kamis malam, 14 Maret 2024. Diskusi itu diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA, yang diketuai penulis senior Denny JA.
Diskusi yang dikomentari Satrio Arismunandar itu menghadir kan nara sumber Prof. Ali Munhanif, peneliti senior dan dosen UIN Jakarta. Diskusi itu dipandu oleh oleh Elza Peldi Taher dan Amelia Fitriani.
Menurut Satrio, pemerintah Israel sendiri memang tidak serius menginginkan perda maian. Pada Januari 2024, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, ia tidak akan mendukung berdirinya negara Palestina dan ia bangga telah mencegah terbentuknya negara itu sejauh ini.
“Meski Netanyahu berkata demikian, Presiden AS Joe Biden masih berkomentar bahwa ia yakin solusi dua negara masih mungkin dilakukan jika Netanyahu berkuasa,” ujar Satrio.
Menurut Satrio, Israel hanya mengenal bahasa kekuatan. Selama ia merasa unggul secara militer, dan terus dipasok uang dan persenjataan oleh AS, maka Israel –khususnya di bawah pemerintahan Netanyahu- akan terus mempertahankan pendudukan atas tanah Palestina.
Tentang dukungan dana, Satrio menunjukkan rencana Partai Republik AS pada November 2023, yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS, untuk mengalokasikan 14,5 miliar dolar AS bantuan militer untuk Israel.
“Selain itu, Israel juga menerima jumlah bantuan militer terbesar dari AS dibandingkan negara lain sejak Perang Dunia II, dengan bantuan melebihi 124 miliar dolar AS,” tutur Satrio.
Tentang persenjataan, Satrio mengutip laporan The Wall Street Journal yang mengata kan, AS telah memberi Israel banyak amunisi, termasuk yang disebut bom “penghancur bunker”, untuk perang mereka di Gaza.
Laporan WSJ menyatakan, pengiriman senjata AS ke Israel sejak awal perang Oktober 2023 mencakup 15.000 bom dan 57.000 peluru artileri 155mm, sebagian besar dibawa dengan pesawat kargo militer C-17.
AS juga telah mengirimkan lebih dari 5.000 bom Mk82 terarah, lebih dari 5.400 bom Mk84, sekitar 1.000 bom GBU-39 berdiameter kecil, dan hampir 3.000 JDAM.
WSJ melaporkan, beberapa serangan paling berdarah Israel di Jalur Gaza menggunakan bom besar buatan AS, seperti bom yang menghancurkan kompleks apartemen di kamp pengungsi Jabalia dan menewas kan lebih dari 100 orang.
Mengutip media, Satrio menyatakan, pemboman Israel setidaknya telah menewaskan 30.534 orang dan melukai 71.920 lainnya di Gaza, dengan kehancuran massal dan kekurangan bahan-bahan kebutuhan pokok.
Perang Israel telah menyebab kan 85 persen penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Sementara 60 persen infrastruk tur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB.
