Wartabisnis.biz.id-Jakarta, Berbagai penelitian dan survei menunjukkan, orang yang ber umur panjang biasanya memi liki jaringan sosial yang kuat, meskipun mereka mungkin hidup sendiri atau bersama keluarga. Hal itu dikatakan Sekjen SATUPENA, Satrio Arismunandar.
Satrio Arismunandar menang gapi diskusi bertema Menjalani Hari Tua. Diskusi daring di Jakarta, Kamis malam, 8 Agustus 2024 itu diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA, yang diketuai penulis senior Denny JA.
Diskusi yang dikomentari Satrio Arismunandar itu menghadir kan narasumber psikolog dan praktisi parenting Tika Bisono. Diskusi itu dipandu oleh Elza Peldi Taher dan Milastri Muzakkar.
Satrio Arismunandar mengung kapkan, ada beberapa temuan dari penelitian yang dapat mem berikan wawasan tentang hubu ngan antara umur panjang dan pengaturan tempat tinggal.
“Orang yang hidup bersama keluarga cenderung memiliki dukungan sosial dan emosional yang lebih kuat, yang telah dikaitkan dengan umur panjang,” ujar Satrio.
“Dukungan dari keluarga dapat mengurangi stres, memberikan bantuan dalam perawatan kese hatan, dan meningkatkan kese jahteraan emosional,” lanjutnya.
Menurut Satrio, tinggal bersama keluarga biasanya berarti lebih banyak interaksi sosial, yang dapat membantu menjaga kesehatan mental dan fisik.
“Penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial yang sering dapat mengurangi risiko depresi dan penyakit kronis,” jelasnya.
Tetapi juga ada faktor positif dari hidup sendiri, ungkap Satrio. Beberapa studi menun jukkan, kemandirian dan kont rol atas lingkungan hidup dapat meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan, yang berkon tribusi pada umur panjang.
“Orang yang hidup sendiri, namun tetap aktif secara sosial dan fisik bisa tetap sehat dan bahagia,” tegas Satrio.
Ia menambahkan, orang yang hidup sendiri tetapi memiliki jaringan sosial yang kuat –misalnya, teman, komunitas, atau kegiatan sosial– juga dapat hidup panjang.
“Kunci utamanya adalah memi liki interaksi sosial yang ber makna, bukan hanya tinggal bersama orang lain,” tutur Satrio.
“Meskipun tidak ada jawaban pasti apakah hidup sendiri atau bersama keluarga secara lang sung berhubungan dengan umur panjang, kuncinya adalah memiliki dukungan sosial yang kuat dan menjaga interaksi sosial yang bermakna,” Satrio menyimpulkan.
