Wartabisnis.biz.id-Tangerang, Slamet Suprianto S. Par, terpilih kembali sebagai Ketua Indonesia Housekeepers Association (IHKA) Badan Pengurus Daerah (BPD) Banten untuk periode 2026-2029. Slamet Suprianto S.Par terpilih kembali secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) 2 Indonesian Housekeepers Association (IHKA) Banten yang digelar di Days Suite Hotel by Wyndham Sabtu (18/4/2026).
“Ini adalah sebuah kehormatan, karena seluruh anggota masih mempercayai saya untuk terus menahkodai IHKA Banten ini. Program kedepan yang akan menjadi challenge yaitu kami akan mencoba mensertifikasikan semua sebagai Asesor khususnya Komite,” tegas Slamet usai pengukuhan.
Dikatakannya, IHKA Banten saat ini masih kekurangan Asesor yaitu tenaga profesional bersertifikat yang berwenang menilai kompetensi seseorang (asesi) berdasarkan standar tertentu, khususnya dalam uji kompetensi. Mereka bertindak sebagai penguji yang mengumpulkan bukti, melakukan asesmen (observasi/wawancara), dan memutuskan kelayakan kompetensi asesi.
“Kita akan mengakomodir sehingga diwilayah Provinsi Banten dengan mudahnya mendapatkan Asesor atau penguji dalam bidang Housekeeping,” katanya.
Saat ini skema untuk sertifikasi kopetensi sudah diakui oleh lima negara. Kita punya hubungan baik dengan asosiasi bidang yang sama di Philipina, Malaysia, Vietnam, dan lainnya. Dengan demikian dengan pengakuan sertifikasi kompetensi. Kita sama memiliki kualitas dan skil yang sama dari berbagai negara.
Dengan mengusung tagline “Selalu Berkarya, Bermanfaat, dan Berkelanjutan” pemimpin IHKA tiga periode ini kedepan akan bangun BPC (Badan Pimpinan Cabang) baru untuk melebarkan sayapnya, khusus untuk Hotel di Airport nantinya akan dibuat BPC sendiri.
“Wacana kami untuk bangun BPC Tangsel sudah hampir satu tahun lalu, dan akhirnya alhamdulillah kita bisa membentuk itu dan kedepan juga untuk BPC Airport,” tegasnya.
Perlu diketahui, saat ini IHKA Banten baru membentuk dua BPC yaitu BPC Tanggerang Raya dan BPC Banten Selatan, dengan seluruh anggota mencapai 254 personil baik dari Housekeepers Hotel, Apartement, Rumah Sakit, dan Golf juga ikut.
Saat ini Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) instansi pemerintah daerah yang bertanggung jawab mengelola kebudayaan dan sektor pariwisata, telah memulai program pelatihan hoesekeeping kepada orang yang sudah bekerja, untuk disertifikasi. sedangkan Disnaker memberikan pelatihan hoesekeeping kepada orang yang belum masuk kerja. Ini merupakan suport yang luar biasa
IHKA mempunyai landasan sebuah rumusan metode pelatihan yang datangnya dari experiance kita masing masing. Nantinya penguji harus sesuai dengan bidangnya supaya ada legasi di Hausekeepernya. Rumusan ini akan kita buat berdasarkan experiance dan berdasarkan apa yang sudah kita lakukan saat ini.
“Mudah mudahan ini akan terwujud’” pungkasnya.
