Berlokasi di Booth 7-C 6, AM Mortar Indonesia tidak hanya memamerkan portofolio produk unggulannya, tetapi juga menghadirkan pengalaman interaktif melalui sesi konsultasi teknis, workshop, permainan berhadiah, hingga peluncuran produk terbaru yang menjadi sorotan selama pameran berlangsung.

Sales & Marketing Department Head PT AMBPI, Yadrata, mengatakan partisipasi AM Mortar di IndoBuildTech 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk semakin dekat dengan pelanggan sekaligus memberikan edukasi mengenai solusi material bangunan yang tepat.

“Kami ingin setiap pengunjung mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat saat mengunjungi booth AM Mortar Indonesia. Karena itu kami tidak hanya menghadirkan berbagai solusi material bangunan dan peluncuran produk terbaru, tetapi juga menyiapkan aktivitas interaktif seperti spin wheel, buzz wire game, hingga workshop yang dapat diikuti para pengunjung. Harapannya, kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus mempererat hubungan dengan pelanggan dan mitra bisnis,” ujar Yadrata.

Selama lima hari pameran, pengunjung dapat berdiskusi langsung dengan tim sales maupun tenaga teknis AM Mortar mengenai spesifikasi produk, teknik aplikasi, hingga rekomendasi produk sesuai kebutuhan proyek. Pendekatan tersebut dilakukan agar pelanggan tidak hanya mengenal produk, tetapi juga memahami cara penggunaannya secara optimal.

Hadirkan Dua Produk Baru untuk Kebutuhan Konstruksi Modern

Momentum IndoBuildTech 2026 juga dimanfaatkan AM Mortar Indonesia untuk meluncurkan dua inovasi terbaru.

Produk pertama adalah AM 56 Pengisi Nat Epoxy Epicron Pro 2K, pengisi nat berbasis epoxy dua komponen yang dirancang memiliki daya tahan tinggi, kuat terhadap berbagai kondisi, serta memberikan hasil akhir yang lebih premium.

Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan AM 79 Penambah Mutu Beton Super Plasticizer Technology, yang mampu meningkatkan workability beton tanpa menambah kebutuhan air secara berlebihan sehingga kualitas beton menjadi lebih optimal.

Technical & Customer Support Manager PT AMBPI, Dave Juven G.H, menjelaskan bahwa peluncuran kedua produk tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk terus menghadirkan solusi yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri konstruksi.

“Melalui pameran ini kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa AM Mortar memiliki solusi yang sangat lengkap. Selama ini mungkin masyarakat hanya mengenal beberapa produk kami, padahal saat ini kami memiliki berbagai kategori produk untuk kebutuhan konstruksi. Karena itu, IndoBuildTech menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan seluruh lini produk sekaligus dua inovasi terbaru kami,” kata Dave.

Hampir Empat Dekade Berkembang

Dave mengungkapkan, AM Mortar bukan pemain baru di industri material bangunan Indonesia. Perusahaan telah berdiri sejak 1988 dan baru saja merayakan hari jadinya yang ke-38 pada 13 Juni 2026.

Menurutnya, selama hampir empat dekade perusahaan terus mengembang kan inovasi melalui fasilitas produksi yang berlokasi di Balaraja, Tangerang.

“Kami bergerak di bidang produksi bahan bangunan dengan pabrik yang berada di Balaraja. Saat ini produk kami terbagi ke dalam beberapa kategori, mulai dari mortar, adhesive, additive, waterproofing, surface coating hingga flooring. Totalnya ada sekitar 30 sampai 40 jenis produk yang kami miliki,” jelas Dave.

Ia menambahkan, jaringan distribusi AM Mortar kini telah menjangkau hampir seluruh Indonesia melalui ribuan toko bangunan, distributor, serta kantor cabang di berbagai daerah.

“Distribusi kami sudah tersebar di seluruh Indonesia. Kami memiliki kantor cabang di Pulau Jawa, Bali, Makassar, Samarinda, Balikpapan dan sejumlah kota lainnya. Selain itu, kami juga didukung jaringan distributor sehingga produk AM Mortar semakin mudah diperoleh masyarakat,” ujarnya.

Edukasi Jadi Prioritas

Berbeda dengan sebagian peserta pameran yang fokus pada penjualan langsung, Dave mengatakan AM Mortar lebih menitikberatkan keikutsertaannya pada edukasi dan pengenalan produk.

“Target utama kami bukan sekadar berjualan. Yang paling penting adalah masyarakat mengetahui apa saja produk yang dimiliki AM Mortar, bagaimana cara penggunaannya, serta solusi apa yang bisa kami berikan untuk berbagai kebutuhan konstruksi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, perusahaan juga menyediakan layanan pendampingan teknis mulai dari sebelum penggunaan produk hingga proses aplikasi di lapangan.

“Kami tidak hanya menjual produk. Tim technical support kami siap memberikan pendampingan, mulai dari konsultasi sebelum aplikasi hingga membantu jika pelanggan mengalami kendala di lapangan. Kami ingin memastikan produk digunakan dengan benar sehingga hasil pekerjaan maksimal dan pelanggan merasa puas,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan kepada pelanggan, AM Mortar juga menyediakan berbagai video tutorial penggunaan produk yang dapat diakses secara digital.

“Sekarang semua informasi sudah tersedia. Kalau pelanggan masih belum yakin menggunakan produk kami, tim kami siap datang memberikan pelatihan. Jadi bukan hanya membeli produk, tetapi juga mendapatkan pendampingan teknis,” tambah Dave.

Optimistis Antusiasme Pengunjung Terus Meningkat

Menurut Dave, antusiasme pengunjung sejak hari pertama penyelenggaraan IndoBuildTech 2026 menunjukkan bahwa kebutuhan akan informasi dan inovasi material bangunan terus meningkat.

“Hari pertama saja antusiasmenya sudah sangat baik. Pengunjung datang bukan hanya untuk melihat produk baru, tetapi juga ingin berkonsultasi langsung mengenai solusi yang tepat untuk proyek mereka. Itu menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi,” ujarnya.

Selain tersedia melalui jaringan toko bangunan di berbagai daerah, produk AM Mortar juga dapat diperoleh melalui official store di sejumlah platform e-commerce.

Melalui keikutsertaan di IndoBuildTech 2026, AM Mortar berharap semakin banyak masyarakat mengenal inovasi yang dikembangkan perusahaan sekaligus memperkuat posisinya sebagai produsen material bangunan nasional yang terus menghadirkan produk berkualitas, layanan teknis yang komprehensif, dan solusi konstruksi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan Indonesia.