Wartabisnis.biz.id- Percepatan transformasi digital hingga meningkatnya kebutuhan akan talenta yang adaptif mendorong perusahaan untuk mengubah cara pandang terhadap pengelolaan sumber daya manusia. Human Resources (HR) kini tidak lagi sekadar menjalankan fungsi administrasi ketenagakerjaan, tetapi menjadi bagian dari strategi bisnis yang menentukan daya saing organisasi.
Di tengah adanya perubahan tersebut, First HR Indonesia (FHRi) resmi diluncurkan sebagai perusahaan yang berfokus pada solusi strategis di bidang Human Resources, pengembangan talenta, kepemimpinan, dan pembangunan organisasi berkinerja tinggi. Kehadiran FHRi diharapkan mampu menjadi mitra bagi perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus menciptakan organisasi yang lebih adaptif terhadap dinamika dunia usaha.
Menurut Komisioner First HR Indonesia, Indriany Rumbi Simatupang, mengatakan peluncuran FHRi bukan sekadar lahirnya sebuah perusahaan baru, melainkan awal dari perjalanan untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan talenta dan peningkatan daya saing organisasi di Indonesia.
“FHRi hadir bukan hanya sebagai sebuah perusahaan, tetapi sebagai mitra strategis yang berkomitmen membantu individu dan organisasi berkembang, beradaptasi, serta siap menghadapi perubahan dunia kerja yang terus bergerak dinamis,” ujarnya dalam sambutan peluncuran perusahaan, Sabtu (1/8).
Menurut Indriany, keberhasilan sebuah organisasi selalu berawal dari kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, integritas, profesionalisme, inovasi, dan kolaborasi menjadi nilai utama yang harus diwujudkan dalam setiap layanan dan pengambilan keputusan.
Ia menambahkan, Dewan Komisaris berkomitmen memberikan arahan dan pengawasan agar perusahaan dapat tumbuh secara sehat, berkelanjutan, serta menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) First HR Indonesia, Robby Tambunan, menilai masih banyak perusahaan yang belum memiliki sistem pengelolaan sumber daya manusia yang terstruktur. Di tengah perubahan industri dan regulasi ketenagakerjaan yang berlangsung cepat, perhatian perusahaan kerap lebih besar pada aspek bisnis dibandingkan pengembangan karyawan.
“Bahkan sampai hari ini masih banyak perusahaan yang memandang karyawan sebagai cost, padahal seharusnya mereka adalah investment,” kata Robby.
Menurutnya, ketika karyawan dipandang sebagai investasi, perusahaan akan terdorong untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi pembelajaran, peningkatan kompetensi, serta pengembangan karier. Pendekatan tersebut pada akhirnya akan menghasilkan organisasi yang lebih produktif sekaligus mampu menciptakan lingkungan kerja yang berorientasi pada manusia.
Robby menjelaskan, First HR Indonesia menawarkan dua pendekatan utama kepada dunia usaha. Pertama, membantu perusahaan memperoleh tenaga profesional yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Kedua, menyediakan solusi rekrutmen dalam skala besar (mass hiring) bagi perusahaan yang membutuhkan percepatan pemenuhan tenaga kerja.
Selain layanan rekrutmen, perusahaan juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia usaha maupun institusi pendidikan. Menurut Robby, dukungan dari para pelaku bisnis, pimpinan perusahaan, hingga perguruan tinggi menjadi modal penting untuk membangun ekosistem pengembangan talenta yang lebih kuat di Indonesia.
General Manager Operasional First HR Indonesia, Hana Tiranda, menambahkan bahwa perusahaan dibangun di atas keyakinan bahwa kemajuan organisasi selalu dimulai dari manusia yang unggul, kepemimpinan yang kuat, dan budaya kerja yang berintegritas.
“Kami percaya bahwa kepercayaan tidak hanya dibangun melalui kata-kata, tetapi melalui konsistensi, integritas, kolaborasi, dan keunggulan dalam setiap langkah,” ujar Hana.
Ia menegaskan bahwa peluncuran FHRi merupakan awal dari perjalanan untuk menciptakan nilai, menghadirkan inovasi, dan membangun masa depan sumber daya manusia yang lebih baik melalui solusi strategis di bidang Human Resources.
Peluncuran First HR Indonesia menjadi penanda meningkatnya perhatian terhadap peran Human Resources sebagai salah satu fondasi utama pertumbuhan bisnis. Di tengah persaingan mendapatkan talenta terbaik dan perubahan kebutuhan kompetensi di berbagai sektor industri, investasi terhadap manusia dinilai bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis agar perusahaan mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

