Wartabisnis.biz.id-Jakarta, Memandangi lukisan Denny JA yang dibuat dengan bantuan artificial intelligence (AI), saya seperti melihat sebuah pabrik lukisan.
Hal ini karena Denny JA dengan kecerdasannya sudah akrab dengan AI. Dalam bebe rapa menit saja, ia bisa meng hasil kan satu lukisan yang bagus.
Untuk bicara tentang teknik melukis atau aliran seni lukis, itu bukan wilayah saya yang tergolong awam. Tetapi dari kacamata penikmat lukisan, karya Denny yang orisinal atau yang adaptasi dari pelukis be sar sudah menjadi karya lukis yang bisa dinikmati.
Kelebihan Denny adalah ia se bagai orang yang tidak terbeba ni oleh masalah ekonomi, sosi al, mungkin istilah yang pas adalah “manusia di atas awan.”
Dalam posisi seperti itu, Denny JA bisa melihat hiruk pikuk du nia dengan kacamata yang jer nih, peka, dengan intuisi yang tajam dan wisdom.
Hampir semua keinginan Denny yang efeknya berskala nasional selalu berhasil.
Puisi esai yang sudah jadi gen re baru di dunia sastra, organi sasi penulis Satupena dan ko munitas Esoterika Lintas Iman, yang tiap minggu selalu menga dakan webinar, efeknya sangat terasa.
Ini dirasakan oleh para penulis pemula maupun penulis senior.
Untuk perkembangan yang terakhir ini, karya Denny ada lah lukisan dengan bantuan artificial intelligence. Karena baru memulai, kita belum meli hat hasil akhirnya seperti apa. Apakah lukisan AI yang dirintis Denny ini akan menjadi genre baru di dunia lukis?
Ini semua adalah kerja-kerja Denny yang nonbisnis, tetapi semua berjalan dengan sangat baik. Mereka yang terlibat pun sangat merasakan tangan dingin Denny JA .
AI sangat membantu kerja-kerja Denny, yang mungkin bagi orang lain masih gagap.
Tetapi Denny sudah bisa berse lancar dengan AI. Hanya deng an handphone di tangan apa pun keinginannya bisa disele saikan dan ini khas Denny JA: kerja cepat dan sempurna.
