Wartabisnis.biz.id-Jakarta, Yang terjadi di Jalur Gaza saat ini bukan perang, tetapi pem bantaian terhadap warga Pales tina. Perang itu jika antara dua kekuatan militer. Sedangkan di Gaza, Palestina tak punya kekua tan militer lagi. Hal itu diung kapkan pengamat Timur Tengah, Nasir Tamara, Kamis malam, 6 Juni 2024.
Nasir Tamara bicara dalam diskusi daring Hati Pena di Jakarta, yang diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA yang diketuai Denny JA. Diskusi daring itu dipandu oleh Anick HT dan Swary Utami Dewi.
Dalam diskusi itu, Nasir Tamara memaparkan sejarah lama kon flik Timur Tengah, dan menga pa perang itu terus membara saat ini.
“Kata Israel, yang diserang itu adalah Hamas. Tetapi yang dihancurkan Israel itu adalah seluruh infrastruktur di Gaza, dan hampir 40 ribu orang warga sipil sudah meninggal sejak penyerangan Oktober lalu,” ujarnya.
“Apakah kita bisa mendamai kan konflik itu? Bisa, tetapi harus ada kemauan. Dalam kaitan ini saya memberi peng hargaan yang sebesar-besarnya pada Pak Prabowo Subianto, presiden terpilih kita,” kata Nasir.
Nasir menyatakan, minggu lalu di acara Shangri-La Dialogue di Singapura, Prabowo mengata kan siap mengirim pasukan penjaga perdamaian Indonesia ke Gaza, untuk menjaga genca tan senjata antara Hamas dan Israel.
“Dengan adanya pasukan pen jaga perdamaian, pengungsi warga Palestina tidak akan lagi diserang oleh militer Israel,” ujar Nasir.
Ditambahkan Nasir, Indonesia juga mau menampung warga Palestina yang jadi korban-kor ban perang. Pada tahap awal, 1.000 orang dulu.
“Setahu saya, di antara negara-negara ASEAN dan negara di dunia, yng menyatakan per tama kali kesediaan itu adalah presiden terpilih kita (Pra bowo), yang akan dilantik pada Oktober 2024 ini,” lanjutnya.
Nasir menguraikan, semakin lama semakin banyak negara di dunia yang mengakui negara Palestina dan mendukung solu si dua negara. Yang menolak solusi ini cuma pemerintahan ekstrem kanan di bawah PM Israel Benjamin Netanyahu.
“Sebagai bangsa, Israel itu ter pecah. Dalam pemilihan umum, yang menang memang Netan yahu. Tetapi banyak sekali orang Israel yang tidak mau melakukan penyerangan yang begitu kejam di Gaza,” tutur Nasir.
Nasir juga menjelaskan, saat ini sedang diproses proposal genca tan senjata tiga tahap yang didu kung Presidan AS Joe Biden.
Jika itu disetujui, akan ada rekonstruksi di Gaza, seperti dulu ada program Marshall Plan di Eropa pasca Perang Dunia II. “Ini suatu perkembang an yang menggembirakan,” ucap Nasir.
